Tenis Meja

SMPN 3 Selat Juara Tenis Meja Tingkat Pelajar Kabupaten Kapuas.

Basket

SMPN 3 Selat Juara Basket Tingkat Pelajar Kabupaten Kapuas

Catur

SMPN 3 Selat Juara Catur Tingkat Pelajar Kabupaten Kapuas

Futsal

SMPN 3 Selat Juara Futsal SMATIM Education Fest 2023

Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas

Hasil Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup Kapuas Tahun 2021

Selamat datang di website resmi SMPN 3 Selat

Selasa, 27 Oktober 2020

PTMSI Menggelar Kejuaraan Tenis Meja

 Kuala Kapuas (5/10) Dalam rangka untuk memberikan ajang untuk berkompetisi dan penjaringan bakat atlit tenis meja di kabupaten Kapuas, PTMSI Kapuas menyelenggarakan kejuaraan tingkat Umum dan pelajar yang dilaksanakan di gedung tenis meja MMG Jalan Tambun Bungai Gang III Kapuas. Tanggal 24 - 25 Oktober 2020

H. Ahmad Zahidi, SH, MH dalam sambutan penutupan mengatakan, "Jika keberhasilan yang telah diraih sudah puas maka hanya itu, waktu terus berjalan dan semua berkembang, kalau kamu anggap sekelilingmu adalah sainganmu, kamu mungkin segera disusul oleh mereka. Bergerak maju, sambut dan susun ulang tujuan baru, pencapaian gemilang menantimu di hari depan. Teruslah berlatih dengan giat, semoga menjadi atlit kapuas dan membawa nama harum kabupaten Kapuas pada masa yang akan datang.

Adapun hasil lengkap kejuaraan yang digelar oleh PTMSI Kabupaten Kapuas adalah sebagai berikut:

 

TUNGGAL SMP PUTRA

Juara 1      : AHMAD FIRDAUS                                    (MTs N Kuala Kapuas)

Juara 2      : MUHAMMAD FAKHRI HISYAM            (SMPIT Babussalam)

Juara 3      : ANDI RUHIAN                                           (SMPN 6 Mentangai)

Juara 4      : RAMADANI CAHYADI                            (SMPN 6 Mentangai)

 


TUNGGAL SMP PUTRI

Juara 1      : HANNA RAISA FARRASTI                      (SMPN 3 Selat)

Juara 2      : NAIRA AYESHA FARRASTI                   (SMPN 3 Selat)

Juara 3      : SEPTRIANA FRISKAYENDHA. S           (SMPN 3 Selat)

Juara 4      : SILA FITRIA                                               (MTs N Kuala Kapuas)

 


TUNGGAL SMA PUTRA

Juara 1      : NAUFAL ZAIDAN NAYOTTAMA             (SMAN 1 KUALA KAPUAS)

Juara 2      : JORDI ADITYA ERSAPUTRA                 (SMAN 2 KUALA KAPUAS)

Juara 3      : LUKAS THELIOS RANGIN                      (SMAN 2 KUALA KAPUAS)

Juara 4      : MUHAMMAD ABDUL MUNIR               (SMK 1 MANTANGAI)

 


TUNGGAL UMUM

Juara 1      : AHMAD NURKHOLIS ASSYIFA           

Juara 2      : MARDIYANTO                                         

Juara 3      : VANNIA FARRASTI        

      


GANDA Usia 100+

Juara 1      : FAHRIANTO / AHMAD RIFANI             

Juara 2      : MARDIYANTO / ANANG BERKAT                                           

Juara 3      : HARTONO / H. MUHAMMAD NOOR


Senin, 26 Oktober 2020

SMPN 3 Selat Juara Tenis Meja Antar Pelajar Kabupaten Kapuas

Kuala Kapuas (25/10) Dalam kejuaraan tenis meja pelajar se kabupaten Kapuas yang diselenggarakan oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Kapuas di Gedung Tenis Meja MMG Jalan Tambun Bungai Gang III Kapuas. SMPN 3 tampil sebagai juara kategori SMP/MTs Putri. Tampil sebagai juara pertama Hanna setelah di partai final mengalahkan Yesha dengan skor 3-0. 

Pada babak semifinal Hana mengalahkan Sila Fitria dengan skor 3-0 dan Naira mengalahkan Septriana dengan skor 3-2. Hasil lengkap untuk kategori SMPN/MTsN putri sebagai berikut:

Juara 1 : Hanna Raisa Farrasti (SMPN 3 Selat)

Juara 2 : Naira Ayesha Farrasti (SMPN 3 Selat)

Juara 3 : Septriana Friskayendha. S (SMPN 3 Selat)

Juara 4 : Sila Fitria (MTsN Selat)

"Dari hasil kejuaraan pelajar ini mudah-mudahan akan lahir atlit tenis meja yang handal untuk kabupaten Kapuas", kata Ketua PTMSI Kabupaten Kapuas, H. Ahmad Zahidi dalam acara penyerahan hadiah untuk para pemenang kejuaraan.



Sabtu, 19 September 2020

GURU SMPN 3 Selat Mengikuti Pelatihan Indonesia Digital School



Kapuas, (18/09) Seluruh guru dan staff SMPN 3 Selat mengikuti pelatihan Indonesia Digital School secara daring. Kegiatan ini difasilitasi oleh INDISCH. Sebuah platform pembelajaran digital produk Indonesia. Kegiatan dilaksanakan dari jam 09.00-11.00 WIB dan sesi 2 jam 13.00-15.00 WIB. Guru mengikuti kegiatan dari rumah masing-masing dan sebagian di sekolah. Materi disampaikan oleh trainer dari INDISCH Bapak Abdur dan Bapak Reza. Sesi pertama penjelasan tentang INDISCH beserta demo dan sesi 2 praktek.

INDISCH di buat awalnya karena adanya kebutuhan di masyarakat akan akses terhadap pendidikan yang mudah dan murah, bahkan gratis. Karena sebenarnya Indonesia ini memiliki sumber daya manusia yang unggul, dibandingkan negara lain. Baik dari segi jumlah maupun kualitas, hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa dan siswi Indonesia yang berprestasi dalam berbagai ajang olimpiade, dengan mengalahkan perwakilan dari negara-negara lain di Dunia.

Namun sayang akses terhadap pendidikan dan pembelajaran tidak merata. Sehingga perlu sebuah terobosan, dimana semua orang memiliki akses terhadap pendidikan dan pembelajaran yang mudah, murah bahkan gratis. Bahkan tidak hanya mendapat kesempatan belajar yang lebih luas, tetapi juga kesempatan mengajar yang terbuka bagi siapapun, baik pelajaran formal di sekolah, maupun pelajaran informal yang bersikat vokasi, softskills, motivasi maupun inspirasi yang dapat menggerakan Indonesia ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang.

Mengapa INDISCH dibuat?

INDISH dibuat sebagai sebuah Platform Media Sosial, dimana setiap pembelajar dan pengajar bisa saling berinteraksi, berbagi video pembelajaran. Saat ini ada dua sumber pembelajaran bagi siswa sekolah sampai mahasiwa, bahkan masyarakan umum, yaitu:

  • Kurikulum yang dibuat oleh kementerian dan instansi terkait, yang harus diikuti untuk menyelesaikan setiap jenjang pendidikan.
  • Non kurikulum, dimana semua orang mencari materi pembelajaran di Internet, salah satunya adalah yang berbasis video sharing, youtube.

Aplikasi pembelajaran yang saat ini ada di pasaran, cenderung mengkuti tahapan-tahapan yang ada dikurikulum, sehingga semua orang diarahkan untuk mengikuti pola yang belum tentu mengikuti kebutuhan pasar. Sedangkan Non kurikulum, biasanya searching di Internet tidak ramah anak. Karena, sangat banyak sekali materi, terutama video di youtube yang bisa diakses dengan bebas. Paling tidak terdapat 3 jenis video yang membahayakan, yaitu:

  • Video terkait terorisme
  • Video obat-obatan terlarang
  • Video berhubungan dengan pornografi

Bahkan ratusan video yang berhubungan dengan pornografi bisa diakses oleh siapapun dalam waktu kurang dari 3 menit.

Menyadari kebutuhan akan pembelajaran yang lebih independen, tetapi juga lebih terjaga dari konten yang negatif, maka kami menghadirkan INDISCH sebagai solusi pembelajaran yang berbasis media sosial.

 

Harapan untuk pendidikan di indonesia?

Sebuah negara maju, bukan lagi ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya alam yang dimiliki, tetapi sebera tangguh dan kompetitif sumber daya manusianya. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa melihat 10 sampai 20 tahun ke depan, dengan mulai membenai sistem pendidikan yang berbasis kebutuhan industri dan dunia usaha. Disamping itu, penelitian-penelitian yang direalisasikan menjadi solusi bagi masyarakat dan bisnis sangat diperlukan, sehingga tidak hanya berakhir sebagai jurnal ilmiah yang menjadi persyaratan gelar akademis, atau kewajiban akademis mahasiswa dan dosen di kampus-kampus.

Kami menghadirkan INDISCH, sebagai salah satu solusi bersosial media yang produktif, karena bisa saling berbagi ilmu, dan juga memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat pembelajar di Indonesia, untuk bisa belajar dan mengajar di manapun.

 

Bagaimana posisi INDISCH di era digital sekarang?

Era digital ini ibarat dua sisi mata pisau. Kita bisa memanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan dan kemajuan bangsa, termasuk generasi penerus bangsa. Tetapi di sisi lain bisa memberikan dampak yang negatif, apabila tidak disertai dengan antisipasi terhadap ekses yang timbul dari kecepatan internet dan keterbukaan informasi di era digital ini.

Kita lihat bagaimana China berani melarang youtube, facebook, whatsapp, twitter dan menggantikannya dengan produk lokal di negara sendiri, menunjukan bahwa pemerintah bisa melakukan intervensi terhadap akses informasi yang tanpa batas. Oleh karena itu, jika kita belum bisa membuat teknologi yang minimal menyamai platform untuk mengakses informasi yang bebas seperti ditawarkan oleh media sosial seperti youtube, facebook, whatsapp, twitter dan lainnya, maka minimal kita bisa membatasi aksesnya, dan memberikan ruang kepada media sosial lokal dengan konten yang lebih selektif seperti INDISCH.

 

Harapan INDISCH sebagai solusi Pembelajaran?

Software atau aplikasi sejenis secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Aplikasi pembelajaran satu arah, dimana kurikulum dan konten telah ditentukan provider, dimana siswa dan peserta hanya bisa mengikuti alur yang sudah ditentukan
  • Video content aggregator yang memperbolehkan upload dan sharing video dengan konten yang bebas, yang menyebagkan siswa bisa tersesat di dalamnya, apalagi begitu mudahnya mengakses materi video yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan

INDISCH adalah gabungan dari media sosial, bisa membuat dan mengkonsumsi konten, sekaligus sharing dengan siapapun yang terkoneksi, tetapi dengan konten video yang lebih selektif. Dengan INDISCH, maka peran guru dan dosen tidak tergantikan, karena mereka menjadi subject dalam pembelajaran, tidak digantikan oleh pemateri yang disediakan oleh Provider aplikasi pendidikan.

Hal yang paling penting dari aplikasi INDISCH adalah, 100% gratis, dimana setiap orang bisa membuat konten video pembelajaran sebagai publisher, membagikannya kepada para pembelajar atau subscriber dengan akses Private, Subscribe maupun Public. Sehingga semua orang memiliki kesempatan belajar dan mengajar yang sama. Oleh karena itu, moto kami adalah Indonesia Belajar – Indonesia Mengajar.

 

 

 




 

Kamis, 13 Agustus 2020

Ekskul Basket di Stadion

Saya dan teman-teman satu sekolah mengikuti ekskul basket
Setiap hari Senin, Kamis, dan Sabtu pada pukul 15.00 WIB.
Sebelum memulai latihan kami berdoa dan melakukan pemanasan agar menghindari yang namanya cedera.
Setelah ada arahan dari guru, barulah kami memulai latihan.
Setelah latihan, guru menganjurkan kami untuk istirahat.
Setelah istirahat kami diperbolehkan guru untuk latihan bebas
kadang-kadang ada siswa dari sekolah lain yang ingin mengajak sparing.
Setelah itu kami di kumpulan kembali oleh guru untuk penutupan latihan dengan berdoa.

Penulis: Irfan Akbar
Kelas: 8.1

Selasa, 11 Agustus 2020

Jogging Sore Bersama Ibu

Dulu sih saat saya masih SD
Saya dan ibu saya sering pergi ke Stadion Kapuas buat jogging sore,
Hampir setiap jam 3 sore kami pergi kesana buat jogging sore.
Kerena dulu saya gendutnya berlebihan,
2 putaran saja saya sudah capek banget.
Hampir setiap melewati satu sisi stadion saya istirahat buat minum sebentar,
Ya karena capek juga putar-putar keliling stadion berkali-kali.
Tapi setidaknya adalah sedikit usaha saya untuk berolahraga dari pada tidak ada sama sekali.

Nama: Yoel Nicodeni
Kelas: 9.1

Jogging Sore Bersama Ibu

Dulu sih saat saya masih SD
Saya dan ibu saya sering pergi ke Stadion Kapuas buat jogging sore,
Hampir setiap jam 3 sore kami pergi kesana buat jogging sore.
Kerena dulu saya gendutnya berlebihan,
2 putaran saja saya sudah capek banget.
Hampir setiap melewati satu sisi stadion saya istirahat buat minum sebentar,
Ya karena capek juga putar-putar keliling stadion berkali-kali.
Tapi setidaknya adalah sedikit usaha saya untuk berolahraga dari pada tidak ada sama sekali.

Nama: Yoel Nicodeni
Kelas: 9.1

Senin, 20 Juli 2020

6 Langkah Menerbitkan Buku Best Seller

Pertemuan ke 22 Belajar Menulis dan Menerbitkan Buku bersama Omjay, dengan Narasumber penulis buku Man Jadda wa Jadda bapak Amir Zainudin. Kegiatan dibuka dengan perkenalan narasumber sebagai serorang pengajar namun tidak adal lembaga tetap karena beliau mengajar di berbagai lembaga sebagai trainer. Terkadang mengajar di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan juga swasta. Materi yang beliau kuasai berkisar pada motivasi; motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja, motivasi mengajar, motivasi berwirausaha, dan motivasi hidup.

Buku pertama, “Man Jadda Wajada” merupakan titik penting dalam perubahan, dari situ beliau bergerak leih jauh mengembangkan Man Jadda Wajada menjadi buku dan materi pelatihan. Dari buku inilah akhirnya yang membuat beluau bisa berkeliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Satu provinsi yang belum adalah Papua. Berharap setelah pandemi ini selesai, bisa bersilaturahim.

LANGKAH-LANGAH MENULIS BUKU
Ada enam langkah menulis buku yang disingkat TOJTRP yaitu Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi. Penerbit

Langkah pertama adalah Tentukan TEMA tulisan.
Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. Bolehkah satu orang menulis berbagai tema buku? Menurut saya, karena ini terkait dengan “branding”, berusahalah untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?

Langkah kedua adalah OUTLINE atau DAFTAR ISI.
Gunanya outline:
1. Agar tulisan kita terarah.
2. Bisa buat jadwal dan target.
3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.
4. Agar bukunya selesai.

Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya.

Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline.

Bagaimana
Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)

UNTUK BUKU NON FIKSI
1. Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H.

WHAT:
Ini terkait pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya.

WHY:
Ini adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan manaatnya apa.

HOW
How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan sebagainya.

Untuk 2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa tidak digunakan.

CONTOH.

Tema: Santri dan Menulis

WHAT

1. Santri dan keterampilan menulis.
2. Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.
3. Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.
4. dan seterusnya.

MENGAPA?
1. Mengapa Santri Harus Menulis?
2. Tujuan Menulis.
3. Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.
4. dan seterusnya.

HOW?
1. Bagaimana cara menulis?
2. Bagaimana membangun disiplin menulis?
3. Tips and Tricks Menjadi Penulis.
4. dan seterusnya.

BAGAIMANA MEMBUAT OUTLINE UNTUK BUKU FIKSI?
Pertama: WHO? Siapa saja tokoh-tokohnya.
Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.
Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya.
Kedua: Karakter.
Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing.
Ketiga: Plot atau Alur Cerita.
Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya.

Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.
Membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya saya menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi.

Apakah wajib? Tidak harus. Tetapi kalau saya pribadi, ini harus ada. Biar ada rel ke mana tulisan kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.
CONTOH OUTLINE

Sebagai contoh buku: "Man Jadda Wajada".
Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup.
Kembali ke konsep dasar 5W dan 1H.

Biasanya saya mulai dengan WHY. Kalau terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut:
1. Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
2. Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
3. Apa tujuan hidup seseorang?
4. Mengapa orang harus berubah?
5. Darimana perubahan itu bisa dimulai?
6. Apa saja yang harus diubah?

Setelah WHY, hal kedua yang terpikir adalah WHAT.
Hal-hal yang terpikir dalam kategori WHAT adalah:
1. Apa itu sukses?
2. Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
3. Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
4. Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan.

Setelah WHY, hal ketiga yang saya coba jabarkan adalah HOW. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action.
Penjabarannya:
1. Bagaimana bermimpi besar.
2. Bagaimana membuat rencana (action plan).
3. Bagaimana berani memulai.
4. Menjadi kreatif.
5. Membangun momentum berubah.
6. Kapan harus memulai?
Nah, ketiga hal itulah yang akhirnya menjadi dasar outline buku "Man Jadda Wajada"


Langkah ketiga adalah  Buatlah jadwal penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.

Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

CARA MEMBUAT JADWAL.
1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan
2. Isi Nomer
3. Isi Judul Artikel
4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.
6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.
Jadwal menulis ini menentukan. Kalau ada jadwal, kita bisa mengacu pada jadwal tersebut dan bisa mendisiplinkan diri sendiri.

Karena kita tahu di mana akhirnya, kapan draft naskah kita akan selesai. Kalau tidak ada jadwal, kita tidak pernah tahu perkiraan draft naskah kita kapan selesai.

Langkah keempat adalah Tuliskan.
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya.
Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak.
Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

Langkah kelima adalah  REVISI.
Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna.
Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku.
Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi?
1. Data dan informasi yang kurang.
2. Tata Bahasa
3. Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir.
4. Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

Langkah keenam adalah kirim ke penerbit.
Apa yang menadi pertimbangan penerbit?
Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.
Apakah pembaca butuh buku kita?
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh?
Buku kita menjawab kebutuhan apa?
Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.
Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.
Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis.
Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis?
Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.
Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku?
Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya.
Apakah perlu membayar kepada penerbit?
Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.
Bagaimana cara mengirim naskah?
1. Naskah harus sudah jadi.
2. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk
Berapa lama?
Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

Kesimpulan
1.  Menulis itu tentang latihan. Bukan bagaimana Anda tahu bagaimana menulis sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana Anda berlatih sebanyak-banyaknya.
2.  Semakin banyak berlatih, tulisan kita akan semakin baik. Itu saja kuncinya.
3.  Mulai dengan tekad dan niat yang kuat untuk memperbaiki nasib dan hidup kita, serta untuk bermanfaat bagi orang banyak.
4.  Ikuti dengan membuat outline dan jadwal menulis, lalu konsisten menulis setiap hari.
5.  InsyaAllah hidup dan nasib kita akan berubah.
6.    Bismillah. Malam ini jadikan momentum kita naik kelas dan melesat lebih tinggi

Senin, 13 Juli 2020

Wali Kelas Tahun Pelajaran 2020/2021

Daftar Wali Kelas SMPN 3 Selat Tahun Pelajaran 2020/2021

Kelas 7

Kelas 7.1 : Efrianie, S.Pd.

Kelas 7.2 : Yusevine, S.Pd.

Kelas 7.3 : Pilaewatie, S.Pd.

Kelas 7.4 : Guntur Jaya Ajiat  Atmaja, S.Pd.

Kelas 7.5 : Malaya, S.Pd.

Kelas 7.6 : Sindang, S.Pd.

Kelas 7.7 : Ratnawati, S.Pd.

Kelas 8

Kelas 8.1 : Gusbintoro Yulianton, S.Pd.

Kelas 8.2 : Neny Rosanty, S.Pd.

Kelas 8.3 : Rahma Fitri Awal, S.Pd.I.

Kelas 8.4 : Mardiyanto, S.Pd.I.

Kelas 8.5 : Sutyowati, S.Pd.

Kelas 8.6 : Rulesi, S.Pd.

Kelas 8.7 : Teklin, S.Pd.

Kelas 9

Kelas 9.1 : Dian Susilawati, S.Psi.

Kelas 9.2 : Sujatmika Eka Purnama, S.Pd.

Kelas 9.3 : Lucida, S.Pd.

Kelas 9.4 : Yuliana, S.Pd.

Kelas 9.5 : Sarwani, S.Pd.I.

Kelas 9.6 : Netty Nursanty, S.Pd.




Kamis, 09 Juli 2020

Pemanfaatan Teknologi Informatika Untuk Mendukung Proses Belajar dari Rumah

SMPN 3 Selat melaksanakan Workshop Pemanfaatan Teknologi Informatika untuk mendukung Proses Belajara Mengajar dari Rumah. Kegiatan yang dilaksanakan di Lab Komputer SMPN 3 Selat dengan nara sumber Lentar Mancil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

Rabu, 10 Juni 2020

Lulusan SMPN 3 Selat 2020 Kelas IX.7

 1. SANDY HERIYANTO

 2. RAHMAN

 3 M RIFAI

 4 M. SYAHLAN

5. Muhammad Aat

 6 SALMAN

 7 M HUMAIDI

 8. M. Dendra

 9. MUHAMMAD HAFIZ FADILLAH

 10 ALPIANOR

 11 M HAFIZ

 12. Muhammad Zaini

 13 RAHMADANI

 14 RADIT SAPUTRA

 15 RIZKY RIZ HERMAWAN

 16 FITRIA

 17 MURSALIHIN

 18. NASWA SYAH

 19. BELLA

 20. MUHAMMAD YUSUF

 21 AULIA RAHMADIANTY

 22 SUHIBAH

 23 RISNA

 24 ANGGRAINI

 25 M KAHFI

 26. PITRIYA RAHMADANI

 27 TIA

28. MONICA

Senin, 08 Juni 2020

Lulusan SMPN 3 Selat 2020 Kelas IX.2

 1. Rizka dwi n.k
 2. Tria Shabilla
 3. Anisa Viviani
 4. Widya Yasfi Nabilla
 5. Savira
 6. Dinda Aprilina
7. Herlina
 8. Muthia Rahmi
 9. Syifa Aulia
 10. Cindy Veronika
 11. Novi Aulia Rahmah
12. Hanna Shallu Ridha
13. Yunina Slendri
 14. Elisa Natalia
 15. Erhamda M Putra
16. Evan Ray Ezekiel
 17. M. Ibnu Hadi
18. Arman
19. Yudianto
 20. Lewi nata
 21. Muhammad Ramli D
22. Fetris Kornelio
 23. Sandra Oktaviani
24. Andre Wahyudi
 25. Erlina
26.Putri R sutarno